Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Friday, 26 February 2016

Handphone Ayah (Flash Fiction)

      “Tuuuttt… Tuuuttt… Tuuuuuutttttt…”
      Sudah ke sekian kali aku menelepon ayah, namun belum ada jawaban. Entah ayah sibuk atau memang sengaja tidak mengangkat teleponnya. Tapi, ini penting, yah…

Monday, 28 December 2015

I Won't Give Up

   “Kenapa Lil, siapa lagi yang lu tangisin?”
   Lila masih terisak, lalu terdiam. Ia masih menggenggam gadgetnya. Terlihat foto display picture BlackBerry Messenger seorang laki-laki dengan perempuannya. Tanpa pikir panjang, Delia mengambil gadget Lila, kemudian terheran.
   “Oh, I see… Reza?” Tanya Delia. Lila hanya mengangguk.
   “Udah gue bilang, if you love someone, just tell. If you didn’t tell, you’ll be regret. See? Sekarang lu nyesel. Akhirnya lu nangis ga jelas.” Eluh Delia. Lila tetap terisak.

Tuesday, 10 November 2015

Sebongkah Hati yang (Pernah) Ada

“...I wish I had missed the first time that we kissed
Cz you broke all your promises
And now you’re back, you don’t get to get me back~”

Jar of Hearts – Christina Perri

Entahlah, aku tak mengerti ama perasaanku sekarang. Berantakan. Jadi, lagu ini adalah pembuka mata hatiku untuk menceritakan tentang hal ini. Agak ‘jijik’ memang, tapi yaa mungkin hati tiada akan bisa bohong tentang kerinduan.

Wednesday, 20 May 2015

Can't Fight This Feeling (Again)

  Kembali lagi aku menatap jendelaku. Diluar sana hujan. Bau basah yang kini ku hirup mengingatkan aku pada kejadian kemarin. Hal yang begitu membuatku crying again for the same reason. Yeah, falling in love again with someone who have ever made me broken.

Saturday, 4 April 2015

Surat Malam

Untukmu,
separuh hati pembahagia jiwa.

Ingatkah kau tentang hari ini? Ya, tepatnya satu tahun lalu? Tepat saat kau melumpuhkan segala masa lalu, membuat sakura milikku kembali kau semikan kembali, melelehkan hatiku yang begitu lemah seperti lilin. Ya, kau kini tepat jatuh dipelukku.

Thursday, 12 March 2015

Yuki

“Yuki...!!!”
Aku bergegas menghampirinya. Aku rindu dengannya. Sangat rindu. Sudah hampir setahun aku tak bertemu dengannya. Segera kupeluk tubuh mungilnya. Bau harum tubuhnya meluluhkan hidungku. Ah, Yuki. Tiada kata kini yang kuungkapkan kepadamu selain aku merindukanmu.

Monday, 9 March 2015

Memeluk Bulan 2

Mulai kubuka album kenangan masa SMAku. Begitu usang, berdebu. Ugh, aku lupa kapan terakhir kali buku ini aku buka. Ku buka halamannya satu per satu, kemudian lagi, dan sampai pada album kenangan kelas XII IPA 1. Iya, disitu ada aku. Aku masih sangat muda dan polos. Ah, aku jadi rindu masa ini.
Tiba-tiba Jovial, anakku menghampiri. Terlihat dari jauh ia sangat susah payah membawa sesuatu. Setelah semakin dekat, tiba-tiba benda itu mulai menyeretku ke masa lalu.

Wednesday, 11 February 2015

Bukan yang Terbaik

Sudah hampir satu jam, Hasna menunggu Deka. Sebal sekali jika ia harus menunggu sebegitu lamanya. Sudah hampir beberapa lagu favoritnya ia dengarkan melalui iPod miliknya. Deka pun tak kunjung datang.
Sembari menungu, Hasna mengingat momen-momen indahnya bersama Deka. Wajah mereka mirip sekali, semua orang bilang kalau wajah yang sama dengan pasangan sama dengan wajah jodoh. Sesekali ia tersenyum geli. “Ah, semoga ini akan berlanjut terus sampai kita benar-benar serius.”, pikirnya.

Wednesday, 4 February 2015

Agar Mereka Tahu

Ku tatap ruang ini. Ini tempat pertama kalinya kita bertemu. Tak ku sangka sudah lima tahun kita menjalani kisah ini, sampai akhirnya kata ‘halal’ pun tercipta untuk kita.
Kini kehidupanku mulai terisi, kehidupanku tak lagi kosong. Itu karenamu. Semuanya menjadi indah kurasakan. Kau selalu disampingku. Selalu. Selalu akan disampingku sampai ajal memisahkan kita.

Rinduku

Hujan ini kembali mengingatkanku akan masa indah. Masa indah kita. Aku rindu. Namun jarak ini menyiksaku. Ah... namun sejauh apapun jarak kita, kita masih disinari bulan yang sama, bukan?
Hai, adakah kau merindukanku juga? Adakah sebait doa yang kaupanjatkan untukku? Adakah setitik harapanmu akan pertemuan antara kita? Sudikah kau bertahan denganku dalam situasi seperti ini? Ini hanya jarak! Kau tahu, kita bisa menghempas jarak, kita bisa menghapus jarak ini, kita bisa bersatu kembali tanpa jarak yang menghalangi kita.

Friday, 2 May 2014

Secret Admirer, Akhirnya Aku Menemukanmu



“Ketika kau merasakan Tuhan itu tidak adil, karena kau tak pernah mendapatkan kebahagiaan, lihatlah sekelilingmu, kau akan sadar betapa beruntungnya kamu daripada mereka. Yakinlah, Tuhan akan memberikan sekecil apapun itu kebahagiaan untukmu setelah kesedihan yang pernah kau alami”.
Seketika kata-kata ini mengingatkanku, betapa beruntungnya aku, betapa bahagianya aku hari ini. Hanya ucapan syukur yang tak henti-hentinya aku ucapkan. Rasanya baru kali ini kurasakan bahagia yang luar biasa, beda dari yang lain. Mungkin Tuhan hanya memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada sebagian orang yang tegar, dan kuat.

Wednesday, 2 April 2014

Karena Aku Telah Salah Memilihnya



Panas terik membakar kulitku, peluh keringatku semakin lama semakin membasahi tubuhku. Kuhiraukan rasa haus yang kurasa. Ku tengok gadget kesayanganku, kulihat satu demi satu pesan yang masuk. Sepi. Yah, memang akhir-akhir ini jarang ada pesan masuk setelah seseorang mulai pergi meninggalkanku. Lost contact. Iya. Padahal tak ada sedikitpun niatku untuk memutuskan komunikasiku dengannya. Tapi karena dia yang memulai, mau tak mau aku pun mulai berjanji tak akan menghubunginya lagi.

Friday, 1 November 2013

Memeluk Bulan


         Liburan kenaikan kelas baru saja berlalu. Semua siswa SMA Harapan Nusa mulai memasuki kelas, kelas baru kami. Kami telah naik ke tingkat kelas yang lebih tinggi. Begitu juga aku. Aku naik ke kelas XI, dan yang paling membanggakan, aku masuk kelas XI IPA, kelas yang aku dambakan sejak aku kelas X dulu. Kedua orangtuaku bangga atas prestasi yang ku raih selama ini.

            Dengan langkah perlahan, aku mulai masuk kelas. Terlihat wajah–wajah baru yang berasal dari berbagai kelas X yang sebagian aku kenal, dan sebagian belum aku kenal. Aku duduk disamping Alyn, teman yang baru saja aku kenal ketika aku mengikuti ekstrakurikuler drumband.

Tuesday, 23 October 2012

My Short Stories : Aku yang Tersakiti

        Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid SMA 1 berlarian pulang. Aku merasa sedih. Hari ini, tepat tanggal 31 Mei adalah ulang tahunku yang ke-16. Tapi tak ada satupun teman-temanku yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Padahal hal itu yang amat aku harapkan pada mereka, terutama Arta.
Mungkin ia tidak ingat kalau hari ini hari terspecial sweetheartnya. Dengan wajah yang lesu, aku langsug pulang tanpa berpamitan dengan teman-temanku dan Arta.
 
Daydreamer's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template