Tuesday, 10 November 2015

Sebongkah Hati yang (Pernah) Ada

“...I wish I had missed the first time that we kissed
Cz you broke all your promises
And now you’re back, you don’t get to get me back~”

Jar of Hearts – Christina Perri

Entahlah, aku tak mengerti ama perasaanku sekarang. Berantakan. Jadi, lagu ini adalah pembuka mata hatiku untuk menceritakan tentang hal ini. Agak ‘jijik’ memang, tapi yaa mungkin hati tiada akan bisa bohong tentang kerinduan.
Aku mulai membuka lagi sebuah kotak usang yang sudah lama tak kubuka. Berdebu. Iya. Kotak itu bahkan hampir rusak oleh penuh sesaknya isi didalamnya. Setelah terbuka, banyak barang-barang dan semua hal yang menyeretku lagi ke masa silam. Kenangan indah, hal yang paling sulit dilupakan sampai barang-barang masa silam yang pernah menjadi kebanggaan. Kini, yang tersisa hanyalah itu, dan luka yang tiada pernah mengering.
Aku membongkarnya lagi, berharap menempatkannya ke kotak yang baru. Ku lihat satu persatu. Terkadang ‘barang’ itu membuatku benci, kadang tertawa, dan kadang merindukannya. Menyesal? Tidak. Hanya saja wasted my time with the wrong guy make me wonder, bagaimana bisa aku memilih ‘mereka’ yang tadinya mengisi ruang hati dan meninggikanku setinggi-tingginya dan akhirnya ‘mereka’ menjatuhkanku tiba-tiba hingga terluka parah? Entahlah, yang aku tahu jatuh cinta pada saat pertama itu membahagiakan dan setelah itu rasa itu semakin lama semakin memudar dan akhirnya memberikan bekas luka yang tiada kunjung sembuh.
Hai masalalu... Ingatkah kau tentang semua ini? Adakah sedikit ruang darimu untuk merindukannya. Haha kurasa tidak. Kau sibuk dengan urusan pentingmu dengan yang lain. Kau sibuk membahagiakan yang lain sampai-sampai kau lupa membuka timeline masalalumu. Atau mungkin, kau pernah sedikit merindukan hal ini dan menyesal akan semua yang kau lakukan dulu.
Bukan maksudku menginginkanmu kembali, walaupun pernah ada sedikit keinginanku untuk melakukan itu. Namun, luka yang kau buat terlalu dalam. Haha tidak, aku tidak akan melakukan hal yang sama kembali meskipun kau berjanji you won’t do the same damn mistakes. Haha can I say ‘THAT’S SO BU******’?
Hai masalalu... Bisakah kita berdamai? Aku hanya ingin berdamai. Aku hanya ingin menjadi wanita dewasa yang memaafkan semua perlakuanmu. Mungkin dengan hal ini kita bisa menjadi seperti semula, namun rasa yang dulu ada pun tidak akan berbalik seperti semula.
Mungkin kesedihan ini tidak akan bertahan lama, kesedihan ini akan berangsur membaik seiring dengan menghilangnya kamu di sebongkah asaku. Perlahan, tetes peluh air mataku mulai mengering, atau mungkin pula entah darimana asalnya, sang malaikat menghapus air mataku, kemudian aku tersenyum, kemudian aku jatuh hati padanya. Maafkan aku, ku rasa aku lebih baik terbang bebas mencari sarang yang lain dari pada aku masih tetap bertahan dengan sarang yang telah hancur dan mungkin memperbaikinya kembali cukup membutuhkan waktu lama dan kembali melakukan kesalahan yang sama.

Terimakasih masalalu... terimakasih telah membuatku merasakan terbang tinggi meskipun akhirnya kau jatuhkan kembali. Terimakasih telah menyadarkanku untuk tidak terlalu bertahan dan terlalu memaksa seseorang untuk tetap tinggal. Terimakasih telah mengajariku dewasa dalam menghadapi semuanya. Terimakasih telah ada dihatiku walaupun hanya sekedar SINGGAH dan membuat LUKA. Terimakasih... terimakasih...

0 comments:

Post a Comment

 
Daydreamer's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template