“...I wish I
had missed the first time that we kissed
Cz you broke
all your promises
And now you’re
back, you don’t get to get me back~”
Jar of Hearts
– Christina Perri
Entahlah, aku tak mengerti ama perasaanku sekarang.
Berantakan. Jadi, lagu ini adalah pembuka mata hatiku untuk menceritakan
tentang hal ini. Agak ‘jijik’ memang, tapi yaa mungkin hati tiada akan bisa bohong
tentang kerinduan.
Aku mulai membuka lagi sebuah kotak usang yang sudah lama tak
kubuka. Berdebu. Iya. Kotak itu bahkan hampir rusak oleh penuh sesaknya isi
didalamnya. Setelah terbuka, banyak barang-barang dan semua hal yang menyeretku lagi ke masa silam. Kenangan indah, hal yang paling sulit dilupakan sampai
barang-barang masa silam yang pernah menjadi kebanggaan. Kini, yang tersisa
hanyalah itu, dan luka yang tiada pernah mengering.
Aku membongkarnya lagi, berharap menempatkannya ke kotak
yang baru. Ku lihat satu persatu. Terkadang ‘barang’ itu membuatku benci,
kadang tertawa, dan kadang merindukannya. Menyesal? Tidak. Hanya saja wasted my time with the wrong guy make me
wonder, bagaimana bisa aku memilih ‘mereka’ yang tadinya mengisi ruang hati
dan meninggikanku setinggi-tingginya dan akhirnya ‘mereka’ menjatuhkanku
tiba-tiba hingga terluka parah? Entahlah, yang aku tahu jatuh cinta pada saat
pertama itu membahagiakan dan setelah itu rasa itu semakin lama semakin memudar
dan akhirnya memberikan bekas luka yang tiada kunjung sembuh.
Hai masalalu... Ingatkah kau tentang semua ini? Adakah
sedikit ruang darimu untuk merindukannya. Haha kurasa tidak. Kau sibuk dengan
urusan pentingmu dengan yang lain. Kau sibuk membahagiakan yang lain
sampai-sampai kau lupa membuka timeline
masalalumu. Atau mungkin, kau pernah sedikit merindukan hal ini dan menyesal akan
semua yang kau lakukan dulu.
Bukan maksudku menginginkanmu kembali, walaupun pernah
ada sedikit keinginanku untuk melakukan itu. Namun, luka yang kau buat terlalu
dalam. Haha tidak, aku tidak akan melakukan hal yang sama kembali meskipun kau
berjanji you won’t do the same damn mistakes.
Haha can I say ‘THAT’S SO BU******’?
Hai masalalu... Bisakah kita berdamai? Aku hanya ingin
berdamai. Aku hanya ingin menjadi wanita dewasa yang memaafkan semua
perlakuanmu. Mungkin dengan hal ini kita bisa menjadi seperti semula, namun
rasa yang dulu ada pun tidak akan berbalik seperti semula.
Mungkin kesedihan ini tidak akan bertahan lama,
kesedihan ini akan berangsur membaik seiring dengan menghilangnya kamu di sebongkah
asaku. Perlahan, tetes peluh air mataku mulai mengering, atau mungkin pula entah
darimana asalnya, sang malaikat menghapus air mataku, kemudian aku tersenyum,
kemudian aku jatuh hati padanya. Maafkan aku, ku rasa aku lebih baik terbang bebas mencari sarang yang lain dari pada aku masih tetap bertahan
dengan sarang yang telah hancur dan mungkin memperbaikinya kembali cukup
membutuhkan waktu lama dan kembali melakukan kesalahan yang sama.
Terimakasih masalalu... terimakasih telah membuatku
merasakan terbang tinggi meskipun akhirnya kau jatuhkan kembali. Terimakasih
telah menyadarkanku untuk tidak terlalu bertahan dan terlalu memaksa seseorang
untuk tetap tinggal. Terimakasih telah mengajariku dewasa dalam menghadapi
semuanya. Terimakasih telah ada dihatiku walaupun hanya sekedar SINGGAH dan
membuat LUKA. Terimakasih... terimakasih...

0 comments:
Post a Comment