Kembali lagi aku menatap jendelaku. Diluar sana hujan. Bau basah yang
kini ku hirup mengingatkan aku pada kejadian kemarin. Hal yang begitu membuatku
crying again for the same reason. Yeah,
falling in love again with someone who have ever made me broken.
Tuhan… perkenankan aku menceritakan hal yang memang kali ini membuatku
sedikit bebeda. Tentang rasa. Ketika rasa itu mulai perlahan menghilang, disaat
itu pula tiba-tiba rasa itu muncul kembali. Saat Kau mempertemukan kami setelah
hampir tiga tahun bersembunyi diantara perasaan yang menggalau-gila dan
sembunyi bersama milik masing-masing.
Pertemuan itu begitu mencekam. Aku terdiam. Aku hanya takut bila apa
yang kupertahankan kini harus hancur karena hanya setitik sapaan yang manis.
Kembali, apa yang telah ku buang dipikiranku kembali muncul. Anganku kembali
terisi oleh bayangnya. Ah! Haruskah aku jatuh cinta lagi? Kurasa tidak. Cukup
bagiku harus merasa hancur karenanya, walau aku sadari memang rasa ini masih
ada untukmu meskipun hanya setitik.
Pertemuan itu serasa berbeda. Saling bertatapan pun aku enggan. Bahkan
satu kata pun enggan kuucapkan padanya. Aku hanya trauma. Tapi perasaan ini
memang tak bisa dibohongi. Aku masih mengharapkannya, walaupun sedikit.
Mungkin menurutnya aku sedikit aneh. Tiada percakapan antara kita
seperti dulu. Menurutnya, aku sombong. Hahaha maaf! aku hanya tidak terbiasa.
Tidak terbiasa memperlakukanmu seperti dulu. Aku hanya ingin sedikit menjauh
darimu dan tidak melakukan hal yang sama, seperti dulu.
Tuhan, terimakasih kau pertemukan kami kembali walaupun bukan disaat
yang tepat. Aku harap kelak pertemuan ini menjadi sebuah awal pembiasaan kami,
meskipun kami masing-masing sudah ada yang memiliki. Semoga apa yang terjadi
hari ini menjadi pelajaran terbesar bagiku untuk sedikit tidak menjauh kepada
orang yang pernah aku kagumi, orang yang pernah sedikit memberiku ruang
dihatinya, dan orang yang pernah terlalu sering membuatku menangis.
Untukmu… mungkin bagimu aku menjadi sangat berbeda. Tapi perlu kau tahu,
aku memang masih mengharapkanmu kembali. Sedikit. Namun aku takut jatuh kembali
ke lubang yang sama. Semoga kau tidak menyesal atas pertemuan kita yang singkat
itu. Semoga kita masih bisa dekat, walaupun tidak sedekat dulu. Maaf!
Tuhan… apapun yang kau takdirkan kemarin, terimakasih Kau telah
membuatku menggalau-gila kembali. Terimakasih kau membuatku menangis
mengingatnya kembali, dan menaruh wajahnya kembali ke anganku. Dan kini ku
akui, I can’t fight this feeling. I still loving him…
That should be me
Holdin’ your hand
That should be me
Makin’ you laugh
That should be me
This is so sad
That should be me
That should be me..
That Should Be Me –
Justin Bieber

0 comments:
Post a Comment