Wednesday, 20 May 2015

Can't Fight This Feeling (Again)

  Kembali lagi aku menatap jendelaku. Diluar sana hujan. Bau basah yang kini ku hirup mengingatkan aku pada kejadian kemarin. Hal yang begitu membuatku crying again for the same reason. Yeah, falling in love again with someone who have ever made me broken.



Tuhan… perkenankan aku menceritakan hal yang memang kali ini membuatku sedikit bebeda. Tentang rasa. Ketika rasa itu mulai perlahan menghilang, disaat itu pula tiba-tiba rasa itu muncul kembali. Saat Kau mempertemukan kami setelah hampir tiga tahun bersembunyi diantara perasaan yang menggalau-gila dan sembunyi bersama milik masing-masing.
Pertemuan itu begitu mencekam. Aku terdiam. Aku hanya takut bila apa yang kupertahankan kini harus hancur karena hanya setitik sapaan yang manis. Kembali, apa yang telah ku buang dipikiranku kembali muncul. Anganku kembali terisi oleh bayangnya. Ah! Haruskah aku jatuh cinta lagi? Kurasa tidak. Cukup bagiku harus merasa hancur karenanya, walau aku sadari memang rasa ini masih ada untukmu meskipun hanya setitik.
Pertemuan itu serasa berbeda. Saling bertatapan pun aku enggan. Bahkan satu kata pun enggan kuucapkan padanya. Aku hanya trauma. Tapi perasaan ini memang tak bisa dibohongi. Aku masih mengharapkannya, walaupun sedikit.
Mungkin menurutnya aku sedikit aneh. Tiada percakapan antara kita seperti dulu. Menurutnya, aku sombong. Hahaha maaf! aku hanya tidak terbiasa. Tidak terbiasa memperlakukanmu seperti dulu. Aku hanya ingin sedikit menjauh darimu dan tidak melakukan hal yang sama, seperti dulu.
Tuhan, terimakasih kau pertemukan kami kembali walaupun bukan disaat yang tepat. Aku harap kelak pertemuan ini menjadi sebuah awal pembiasaan kami, meskipun kami masing-masing sudah ada yang memiliki. Semoga apa yang terjadi hari ini menjadi pelajaran terbesar bagiku untuk sedikit tidak menjauh kepada orang yang pernah aku kagumi, orang yang pernah sedikit memberiku ruang dihatinya, dan orang yang pernah terlalu sering membuatku menangis.
Untukmu… mungkin bagimu aku menjadi sangat berbeda. Tapi perlu kau tahu, aku memang masih mengharapkanmu kembali. Sedikit. Namun aku takut jatuh kembali ke lubang yang sama. Semoga kau tidak menyesal atas pertemuan kita yang singkat itu. Semoga kita masih bisa dekat, walaupun tidak sedekat dulu. Maaf!
Tuhan… apapun yang kau takdirkan kemarin, terimakasih Kau telah membuatku menggalau-gila kembali. Terimakasih kau membuatku menangis mengingatnya kembali, dan menaruh wajahnya kembali ke anganku. Dan kini ku akui, I can’t fight this feeling. I still loving him…

That should be me
Holdin’ your hand
That should be me
Makin’ you laugh
That should be me
This is so sad
That should be me
That should be me..
That Should Be Me – Justin Bieber

0 comments:

Post a Comment

 
Daydreamer's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template