Sudah ke sekian kali aku menelepon ayah, namun belum ada jawaban. Entah ayah sibuk atau memang sengaja tidak mengangkat teleponnya. Tapi, ini penting, yah…
“Tuuuuttt… Tuuuttt… Tuuutttt….”
Ayolah, ayah. Lihatlah sejenak handphone-mu. Jangan sampai wanita itu lagi yang menjawab dengan enaknya. Ayah sedang diluar jangkauan, dan menyuruhku menelepon kembali nanti. Sudah muak aku mendengar celotehan wanita itu. Namun tak berapa lama kemudian, tiba-tiba handphone-ku berbunyi.
“Halo… Oh iyaa, bu. Iyaa, nanti kakak sampein ke ayah… Iyaa ibu hati-hati juga yaa…”
☺☺☺
Malamnya…“Kak, Tuhan itu Maha Adil kak. Alhamdulillah…”
“Kenapa, yah?”
“Masih ada orang baik yang mau nyimpen HP ayah dan nunggu ayah sampai ayah datang ambil HP itu. Kebaikan itu berbalik, nak.”
Aku tersenyum lega. Berkat handphone ayah, satu hal yang aku pelajari adalah ‘ketika kita berbuat baik kepada orang, setiap orang akan berbalik berbuat baik kepada kita’. Dan ya, yang menemukan handphone ayah adalah orang yang pernah ayah tolong. Ayah mengembalikan dompetnya yang sempat terjatuh di dekat tempat wudhu Musholla.

0 comments:
Post a Comment