Wednesday, 4 February 2015

Rinduku

Hujan ini kembali mengingatkanku akan masa indah. Masa indah kita. Aku rindu. Namun jarak ini menyiksaku. Ah... namun sejauh apapun jarak kita, kita masih disinari bulan yang sama, bukan?
Hai, adakah kau merindukanku juga? Adakah sebait doa yang kaupanjatkan untukku? Adakah setitik harapanmu akan pertemuan antara kita? Sudikah kau bertahan denganku dalam situasi seperti ini? Ini hanya jarak! Kau tahu, kita bisa menghempas jarak, kita bisa menghapus jarak ini, kita bisa bersatu kembali tanpa jarak yang menghalangi kita.
Aku tahu, kau mungkin tidak akan tahan. Mungkin saat ini kau ingin menyerah. Ah! Akhiri saja sudah! Namun kau masih setia, kau masih sabar, kau masih ingin menungguku pulang. Kau berusaha bertahan untukku, untuk kepulanganku, dan untuk cinta kita.
Tapi kau harus tahu, sejauh apapun jarak kita, serindu apapun aku kepadamu, mungkin sampai air mataku mengalir bersama dengan kerinduan akan mu pun aku tetap disini. Aku tetap setia, sayang. Meskipun kita sering berdebat, saling menyalahkan, dan bertikai, namun itu tidak menggoyahkan rasa cintaku kepadamu. Aku akan tetap bertahan. Demi cinta kita.
Tunggu aku pulang, sayang. Sertakan kerinduanmu kelak ketika kita bertemu. Luapkan rasa rindumu, berikan aku senyum atas nama cinta yang telah kita bina selama ini.....



Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

0 comments:

Post a Comment

 
Daydreamer's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template