Monday, 8 August 2022

My Last Song

    "Ega..."

    Aku mengetuk pintu kamarnya. Tidak ada sahutan.

    "Woy, Ega!" teriakku sambil kugedor pintu kamarnya.

    "Eeeh, iya. Masuk aja, Bon. Ga dikunci, kok." sahut Ega.

    Aku mulai masuk ke kamar Ega. Gelap. Di lantai masih tersisa beberapa cup minuman boba yang belum dibuang Ega. "Jorok, anjir!" selorohku, "sejak kapan lu ga keluar kamar?"

    "Dua tahun." Jawab Ega singkat.

    "Mau sampai kapan lu begini terus?" tanyaku. "C'mon man, let's touch some grass. Akun AOV lu gak akan pernah naik Mythic."

Friday, 26 February 2016

Handphone Ayah (Flash Fiction)

      “Tuuuttt… Tuuuttt… Tuuuuuutttttt…”
      Sudah ke sekian kali aku menelepon ayah, namun belum ada jawaban. Entah ayah sibuk atau memang sengaja tidak mengangkat teleponnya. Tapi, ini penting, yah…

Monday, 28 December 2015

I Won't Give Up

   “Kenapa Lil, siapa lagi yang lu tangisin?”
   Lila masih terisak, lalu terdiam. Ia masih menggenggam gadgetnya. Terlihat foto display picture BlackBerry Messenger seorang laki-laki dengan perempuannya. Tanpa pikir panjang, Delia mengambil gadget Lila, kemudian terheran.
   “Oh, I see… Reza?” Tanya Delia. Lila hanya mengangguk.
   “Udah gue bilang, if you love someone, just tell. If you didn’t tell, you’ll be regret. See? Sekarang lu nyesel. Akhirnya lu nangis ga jelas.” Eluh Delia. Lila tetap terisak.

Tuesday, 10 November 2015

Sebongkah Hati yang (Pernah) Ada

“...I wish I had missed the first time that we kissed
Cz you broke all your promises
And now you’re back, you don’t get to get me back~”

Jar of Hearts – Christina Perri

Entahlah, aku tak mengerti ama perasaanku sekarang. Berantakan. Jadi, lagu ini adalah pembuka mata hatiku untuk menceritakan tentang hal ini. Agak ‘jijik’ memang, tapi yaa mungkin hati tiada akan bisa bohong tentang kerinduan.

Sunday, 16 August 2015

I Wanna See You Again

Ini bukan tentang pacar, apalagi galau-galau-alauan. Ini tentang semuanya yang berhubungan ama dia. Dia... Dia yang jadi bagian dari hidup gua. Yak betul, sahabat.
Tepat 16 Agustus 2009 lalu kita ketemu *ciee ketemu cieee… tatapan muka, pegang tangan, kbfbgfks* Heh! -,-‘ Dia nemuin gua dikubangan selokan, kucel, kumel, item, jerawatan, bibir pecah-pecah, sariawan, bau mulut, dan intinya dia nemuin gua dalam keadaan JELEK! Waktu itu kami masih tergolong siswa baru di SMA kami. Ceritanya pas menjelang acara 17-an dimana sekolah kami (dimana yang harus ikut itu seluruh anak-anak kelas X) ikut semacam pawai. Berhubung disetiap kelas temanya beda, dan berhubung kami beda kelas, jadi yaa gitu deh. Ngerti kan? -_-

Wednesday, 20 May 2015

Can't Fight This Feeling (Again)

  Kembali lagi aku menatap jendelaku. Diluar sana hujan. Bau basah yang kini ku hirup mengingatkan aku pada kejadian kemarin. Hal yang begitu membuatku crying again for the same reason. Yeah, falling in love again with someone who have ever made me broken.

Saturday, 4 April 2015

Surat Malam

Untukmu,
separuh hati pembahagia jiwa.

Ingatkah kau tentang hari ini? Ya, tepatnya satu tahun lalu? Tepat saat kau melumpuhkan segala masa lalu, membuat sakura milikku kembali kau semikan kembali, melelehkan hatiku yang begitu lemah seperti lilin. Ya, kau kini tepat jatuh dipelukku.

Thursday, 12 March 2015

Yuki

“Yuki...!!!”
Aku bergegas menghampirinya. Aku rindu dengannya. Sangat rindu. Sudah hampir setahun aku tak bertemu dengannya. Segera kupeluk tubuh mungilnya. Bau harum tubuhnya meluluhkan hidungku. Ah, Yuki. Tiada kata kini yang kuungkapkan kepadamu selain aku merindukanmu.

Monday, 9 March 2015

Memeluk Bulan 2

Mulai kubuka album kenangan masa SMAku. Begitu usang, berdebu. Ugh, aku lupa kapan terakhir kali buku ini aku buka. Ku buka halamannya satu per satu, kemudian lagi, dan sampai pada album kenangan kelas XII IPA 1. Iya, disitu ada aku. Aku masih sangat muda dan polos. Ah, aku jadi rindu masa ini.
Tiba-tiba Jovial, anakku menghampiri. Terlihat dari jauh ia sangat susah payah membawa sesuatu. Setelah semakin dekat, tiba-tiba benda itu mulai menyeretku ke masa lalu.

Wednesday, 11 February 2015

Bukan yang Terbaik

Sudah hampir satu jam, Hasna menunggu Deka. Sebal sekali jika ia harus menunggu sebegitu lamanya. Sudah hampir beberapa lagu favoritnya ia dengarkan melalui iPod miliknya. Deka pun tak kunjung datang.
Sembari menungu, Hasna mengingat momen-momen indahnya bersama Deka. Wajah mereka mirip sekali, semua orang bilang kalau wajah yang sama dengan pasangan sama dengan wajah jodoh. Sesekali ia tersenyum geli. “Ah, semoga ini akan berlanjut terus sampai kita benar-benar serius.”, pikirnya.

Wednesday, 4 February 2015

Agar Mereka Tahu

Ku tatap ruang ini. Ini tempat pertama kalinya kita bertemu. Tak ku sangka sudah lima tahun kita menjalani kisah ini, sampai akhirnya kata ‘halal’ pun tercipta untuk kita.
Kini kehidupanku mulai terisi, kehidupanku tak lagi kosong. Itu karenamu. Semuanya menjadi indah kurasakan. Kau selalu disampingku. Selalu. Selalu akan disampingku sampai ajal memisahkan kita.

Rinduku

Hujan ini kembali mengingatkanku akan masa indah. Masa indah kita. Aku rindu. Namun jarak ini menyiksaku. Ah... namun sejauh apapun jarak kita, kita masih disinari bulan yang sama, bukan?
Hai, adakah kau merindukanku juga? Adakah sebait doa yang kaupanjatkan untukku? Adakah setitik harapanmu akan pertemuan antara kita? Sudikah kau bertahan denganku dalam situasi seperti ini? Ini hanya jarak! Kau tahu, kita bisa menghempas jarak, kita bisa menghapus jarak ini, kita bisa bersatu kembali tanpa jarak yang menghalangi kita.
 
Daydreamer's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template