“Kenapa Lil, siapa lagi yang lu tangisin?”
Lila masih terisak, lalu terdiam. Ia masih menggenggam gadgetnya. Terlihat foto display picture BlackBerry Messenger seorang laki-laki dengan perempuannya. Tanpa pikir panjang, Delia mengambil gadget Lila, kemudian terheran.
“Oh, I see… Reza?” Tanya Delia. Lila hanya mengangguk.
“Udah gue bilang, if you love someone, just tell. If you didn’t tell, you’ll be regret. See? Sekarang lu nyesel. Akhirnya lu nangis ga jelas.” Eluh Delia. Lila tetap terisak.
Monday, 28 December 2015
Tuesday, 10 November 2015
Sebongkah Hati yang (Pernah) Ada
“...I wish I
had missed the first time that we kissed
Cz you broke
all your promises
And now you’re
back, you don’t get to get me back~”
Jar of Hearts
– Christina Perri
Entahlah, aku tak mengerti ama perasaanku sekarang.
Berantakan. Jadi, lagu ini adalah pembuka mata hatiku untuk menceritakan
tentang hal ini. Agak ‘jijik’ memang, tapi yaa mungkin hati tiada akan bisa bohong
tentang kerinduan.
Sunday, 16 August 2015
I Wanna See You Again
Ini
bukan tentang pacar, apalagi galau-galau-alauan. Ini tentang semuanya yang
berhubungan ama dia. Dia... Dia yang jadi bagian dari hidup gua. Yak betul,
sahabat.
Tepat
16 Agustus 2009 lalu kita ketemu *ciee ketemu cieee… tatapan muka, pegang
tangan, kbfbgfks* Heh! -,-‘ Dia nemuin gua dikubangan selokan, kucel, kumel,
item, jerawatan, bibir pecah-pecah, sariawan, bau mulut, dan intinya
dia nemuin gua dalam keadaan JELEK! Waktu itu kami masih tergolong siswa baru
di SMA kami. Ceritanya pas menjelang acara 17-an dimana sekolah kami (dimana
yang harus ikut itu seluruh anak-anak kelas X) ikut semacam pawai. Berhubung disetiap
kelas temanya beda, dan berhubung kami beda kelas, jadi yaa gitu deh. Ngerti kan?
-_-
Wednesday, 20 May 2015
Can't Fight This Feeling (Again)
Kembali lagi aku menatap jendelaku. Diluar sana hujan. Bau basah yang
kini ku hirup mengingatkan aku pada kejadian kemarin. Hal yang begitu membuatku
crying again for the same reason. Yeah,
falling in love again with someone who have ever made me broken.
Saturday, 4 April 2015
Surat Malam
Untukmu,
separuh hati pembahagia jiwa.
Ingatkah kau tentang hari ini? Ya, tepatnya satu tahun lalu? Tepat saat kau melumpuhkan segala masa lalu, membuat sakura milikku kembali kau semikan kembali, melelehkan hatiku yang begitu lemah seperti lilin. Ya, kau kini tepat jatuh dipelukku.
separuh hati pembahagia jiwa.
Ingatkah kau tentang hari ini? Ya, tepatnya satu tahun lalu? Tepat saat kau melumpuhkan segala masa lalu, membuat sakura milikku kembali kau semikan kembali, melelehkan hatiku yang begitu lemah seperti lilin. Ya, kau kini tepat jatuh dipelukku.
Tags:
Cerpen
Thursday, 12 March 2015
Monday, 9 March 2015
Memeluk Bulan 2
Mulai
kubuka album kenangan masa SMAku. Begitu usang, berdebu. Ugh, aku lupa kapan
terakhir kali buku ini aku buka. Ku buka halamannya satu per satu, kemudian
lagi, dan sampai pada album kenangan kelas XII IPA 1. Iya, disitu ada aku. Aku
masih sangat muda dan polos. Ah, aku jadi rindu masa ini.
Tiba-tiba
Jovial, anakku menghampiri. Terlihat dari jauh ia sangat susah payah membawa
sesuatu. Setelah semakin dekat, tiba-tiba benda itu mulai menyeretku ke masa
lalu.
Tags:
Cerpen
Wednesday, 11 February 2015
Bukan yang Terbaik
Sudah hampir satu
jam, Hasna menunggu Deka. Sebal sekali jika ia harus menunggu sebegitu lamanya.
Sudah hampir beberapa lagu favoritnya ia dengarkan melalui iPod miliknya. Deka
pun tak kunjung datang.
Sembari menungu,
Hasna mengingat momen-momen indahnya bersama Deka. Wajah mereka mirip sekali,
semua orang bilang kalau wajah yang sama dengan pasangan sama dengan wajah jodoh.
Sesekali ia tersenyum geli. “Ah, semoga ini akan berlanjut terus sampai kita
benar-benar serius.”, pikirnya.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Wednesday, 4 February 2015
Agar Mereka Tahu
Ku tatap ruang ini. Ini tempat pertama kalinya kita bertemu. Tak ku
sangka sudah lima tahun kita menjalani kisah ini, sampai akhirnya kata ‘halal’
pun tercipta untuk kita.
Kini kehidupanku mulai terisi, kehidupanku tak lagi kosong. Itu karenamu.
Semuanya menjadi indah kurasakan. Kau selalu disampingku. Selalu. Selalu akan
disampingku sampai ajal memisahkan kita.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Rinduku
Hujan ini
kembali mengingatkanku akan masa indah. Masa indah kita. Aku rindu. Namun jarak
ini menyiksaku. Ah... namun sejauh apapun jarak kita, kita masih disinari bulan
yang sama, bukan?
Hai, adakah
kau merindukanku juga? Adakah sebait doa yang kaupanjatkan untukku? Adakah
setitik harapanmu akan pertemuan antara kita? Sudikah kau bertahan denganku
dalam situasi seperti ini? Ini hanya jarak! Kau tahu, kita bisa menghempas
jarak, kita bisa menghapus jarak ini, kita bisa bersatu kembali tanpa jarak
yang menghalangi kita.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Friday, 2 May 2014
Secret Admirer, Akhirnya Aku Menemukanmu
“Ketika kau merasakan Tuhan
itu tidak adil, karena kau tak pernah mendapatkan kebahagiaan, lihatlah
sekelilingmu, kau akan sadar betapa beruntungnya kamu daripada mereka.
Yakinlah, Tuhan akan memberikan sekecil apapun itu kebahagiaan untukmu setelah
kesedihan yang pernah kau alami”.
Seketika
kata-kata ini mengingatkanku, betapa beruntungnya aku, betapa bahagianya aku
hari ini. Hanya ucapan syukur yang tak henti-hentinya aku ucapkan. Rasanya baru
kali ini kurasakan bahagia yang luar biasa, beda dari yang lain. Mungkin Tuhan
hanya memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada sebagian orang yang tegar,
dan kuat.
Tags:
Cerpen
Wednesday, 2 April 2014
Karena Aku Telah Salah Memilihnya
Panas
terik membakar kulitku, peluh keringatku semakin lama semakin membasahi
tubuhku. Kuhiraukan rasa haus yang kurasa. Ku tengok gadget kesayanganku, kulihat satu demi satu pesan yang masuk. Sepi.
Yah, memang akhir-akhir ini jarang ada pesan masuk setelah seseorang mulai
pergi meninggalkanku. Lost contact.
Iya. Padahal tak ada sedikitpun niatku untuk memutuskan komunikasiku dengannya.
Tapi karena dia yang memulai, mau tak mau aku pun mulai berjanji tak akan menghubunginya
lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
