Untukmu,
separuh hati pembahagia jiwa.
Ingatkah kau tentang hari ini? Ya, tepatnya satu tahun lalu? Tepat saat kau melumpuhkan segala masa lalu, membuat sakura milikku kembali kau semikan kembali, melelehkan hatiku yang begitu lemah seperti lilin. Ya, kau kini tepat jatuh dipelukku.
Saturday, 4 April 2015
Thursday, 12 March 2015
Monday, 9 March 2015
Memeluk Bulan 2
Mulai
kubuka album kenangan masa SMAku. Begitu usang, berdebu. Ugh, aku lupa kapan
terakhir kali buku ini aku buka. Ku buka halamannya satu per satu, kemudian
lagi, dan sampai pada album kenangan kelas XII IPA 1. Iya, disitu ada aku. Aku
masih sangat muda dan polos. Ah, aku jadi rindu masa ini.
Tiba-tiba
Jovial, anakku menghampiri. Terlihat dari jauh ia sangat susah payah membawa
sesuatu. Setelah semakin dekat, tiba-tiba benda itu mulai menyeretku ke masa
lalu.
Tags:
Cerpen
Wednesday, 11 February 2015
Bukan yang Terbaik
Sudah hampir satu
jam, Hasna menunggu Deka. Sebal sekali jika ia harus menunggu sebegitu lamanya.
Sudah hampir beberapa lagu favoritnya ia dengarkan melalui iPod miliknya. Deka
pun tak kunjung datang.
Sembari menungu,
Hasna mengingat momen-momen indahnya bersama Deka. Wajah mereka mirip sekali,
semua orang bilang kalau wajah yang sama dengan pasangan sama dengan wajah jodoh.
Sesekali ia tersenyum geli. “Ah, semoga ini akan berlanjut terus sampai kita
benar-benar serius.”, pikirnya.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Wednesday, 4 February 2015
Agar Mereka Tahu
Ku tatap ruang ini. Ini tempat pertama kalinya kita bertemu. Tak ku
sangka sudah lima tahun kita menjalani kisah ini, sampai akhirnya kata ‘halal’
pun tercipta untuk kita.
Kini kehidupanku mulai terisi, kehidupanku tak lagi kosong. Itu karenamu.
Semuanya menjadi indah kurasakan. Kau selalu disampingku. Selalu. Selalu akan
disampingku sampai ajal memisahkan kita.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Rinduku
Hujan ini
kembali mengingatkanku akan masa indah. Masa indah kita. Aku rindu. Namun jarak
ini menyiksaku. Ah... namun sejauh apapun jarak kita, kita masih disinari bulan
yang sama, bukan?
Hai, adakah
kau merindukanku juga? Adakah sebait doa yang kaupanjatkan untukku? Adakah
setitik harapanmu akan pertemuan antara kita? Sudikah kau bertahan denganku
dalam situasi seperti ini? Ini hanya jarak! Kau tahu, kita bisa menghempas
jarak, kita bisa menghapus jarak ini, kita bisa bersatu kembali tanpa jarak
yang menghalangi kita.
Tags:
Cerpen,
Flash Fiction
Friday, 2 May 2014
Secret Admirer, Akhirnya Aku Menemukanmu
“Ketika kau merasakan Tuhan
itu tidak adil, karena kau tak pernah mendapatkan kebahagiaan, lihatlah
sekelilingmu, kau akan sadar betapa beruntungnya kamu daripada mereka.
Yakinlah, Tuhan akan memberikan sekecil apapun itu kebahagiaan untukmu setelah
kesedihan yang pernah kau alami”.
Seketika
kata-kata ini mengingatkanku, betapa beruntungnya aku, betapa bahagianya aku
hari ini. Hanya ucapan syukur yang tak henti-hentinya aku ucapkan. Rasanya baru
kali ini kurasakan bahagia yang luar biasa, beda dari yang lain. Mungkin Tuhan
hanya memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada sebagian orang yang tegar,
dan kuat.
Tags:
Cerpen
Wednesday, 2 April 2014
Karena Aku Telah Salah Memilihnya
Panas
terik membakar kulitku, peluh keringatku semakin lama semakin membasahi
tubuhku. Kuhiraukan rasa haus yang kurasa. Ku tengok gadget kesayanganku, kulihat satu demi satu pesan yang masuk. Sepi.
Yah, memang akhir-akhir ini jarang ada pesan masuk setelah seseorang mulai
pergi meninggalkanku. Lost contact.
Iya. Padahal tak ada sedikitpun niatku untuk memutuskan komunikasiku dengannya.
Tapi karena dia yang memulai, mau tak mau aku pun mulai berjanji tak akan menghubunginya
lagi.
Friday, 1 November 2013
Memeluk Bulan
Liburan kenaikan kelas baru saja berlalu. Semua siswa SMA Harapan Nusa mulai memasuki kelas, kelas baru
kami. Kami telah naik ke tingkat kelas yang lebih tinggi. Begitu juga aku. Aku naik ke kelas XI, dan yang paling membanggakan, aku masuk kelas XI IPA, kelas yang aku dambakan sejak aku kelas X dulu. Kedua orangtuaku bangga atas prestasi yang ku raih selama ini.
Dengan langkah perlahan, aku mulai masuk
kelas. Terlihat wajah–wajah baru yang berasal dari berbagai kelas X yang
sebagian aku kenal, dan sebagian belum aku kenal. Aku duduk disamping Alyn,
teman yang baru saja aku kenal ketika aku mengikuti ekstrakurikuler drumband.
Tags:
Cerpen
Tuesday, 23 October 2012
My Short Stories : Aku yang Tersakiti
Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid SMA 1 berlarian pulang. Aku merasa sedih. Hari ini, tepat tanggal 31 Mei adalah ulang tahunku yang ke-16. Tapi tak ada satupun teman-temanku yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Padahal hal itu yang amat aku harapkan pada mereka, terutama Arta.
Mungkin ia tidak ingat kalau hari ini hari terspecial sweetheartnya. Dengan wajah yang lesu, aku langsug pulang tanpa berpamitan dengan teman-temanku dan Arta.
Mungkin ia tidak ingat kalau hari ini hari terspecial sweetheartnya. Dengan wajah yang lesu, aku langsug pulang tanpa berpamitan dengan teman-temanku dan Arta.
Tags:
Cerpen
Subscribe to:
Posts (Atom)
